Saham Murah Yang Belum Terlihat
Akhir-akhir ini, saya banyak sekali mendengar tentang saham saham gorengan yang terus naik gak karu karuan, sebut saja contohnya BUMI dkk. Memang saham ini sering sekali mengejutkan banyak orang, dari pujaan, terpuruk, tertidur dan bangkit lagi menjadi idola. Rasanya tanpa BUMI dkk ISHG akan diam diam disana saja, atau sepi sepi aja. Tapi karena ulah saham saham gocap, kenaikan IHSG sampai hari ini tgl 26/Jan 2017 sudah +-2% dari awal 2017, which is very incredible. Tapi saya disini bukan mendukung anda untuk membeli saham saham exgocap ini. Namun justru karena sebenarnya ISHG terkerek karena saham saham ini, ini bukan merupakan kenaikan IHSG yang sebenarnya, karena pada akhirnya kalo saham saham exgocap ini kembali ke gocap, maka ISHG juga akan turun lagi juga. Sedangkan kalo dilihat dari fundamental makro ekonomi Indonesia yang semakin hari semakin baik saja, IHSG juga pasti akan terkerek naik pada tahun 2017 ini (bukan karena saham gocap lagi, namun karena saham saham berfundamental baik yang sekarang belum kemana mana). Maka sekarang ini justru pasar modal lagi banyak saham saham yang bagus dengan valuasi masi murah dan belum kemana mana. Contohnya saja JSMR yang merupakan salah satu saham favorit saya dibagian konstruksi, BBRI yang rajanya bank, BBNI dan ada beberapa second liner yang dibahas besok besok aja yah,.
Siapa yang gak tau Jasa Marga, semua orang yang pernah naik tol pasti pernah denger nama ini. Harga JSMR yang masi dikisaran 4100-4200 saat ini menurut saya masi sangat layak diperhatikan karena perusahaannya yang sangat baik secara fundamental, hampir bisa dikatakan monopoly tol. JSMR ini sudah 4 year low loh kalo diperhatikan dia hampir selalu punya rata2 saham di 5000an. Dengan ROE di 15%, consistent growth of equity dan profit. Apalagi dengan pembangunan tol tol yang baru diera presiden Jokowi ini yang terus berlangsung. Kabar dari emiten sendiri didalam public expose 2016 bahwa tahun 2019 JSMR bakal punya tol baru sepanjang +-4000KM. yang artinya penambahan revenue yang juga artinya growing of profit even more. Setelah memperhitungkan intrinsik value, PBV, PERnya, dan faktor faktor qualitatif lain seperti nama besar dari emiten, business yang terbilang monopoli, penjualan saham yang liquid, saya menyimpulkan perusahaan ini punya value wajar sekitar di harga 4700, kalau diatas ini baru terbilang mahal (ini menurut saya yah, karena value investing sangat subjektiv dalam menentukan valuasinya). Which is kalo dikasi diharga sekitar 4130 (ini harga yang menurut saya murah sejalan pengalaman dan perhitungan saya), masi a very good deal to take. Terus abis ambil nunggunya berapa lama sampai naik segitu? Yah itu sih hanya Tuhan yang tau, yg pasti kita ambil diharga yang murah maka kita juga sudah untung duluan dan sebelah masi pada nyangkut karena ambil diharga tinggi. Disini lah bedanya value investor dimaka kita akan ngambil saham pada harga yang murah dan disaat tidak laku/ gak banyak orang beli terus jual disaat harga tinggi yang terbilang mahal bahkan pada saat euforia pembeli (seperti saham saham gocapan sekarang yang lagi marak) untuk maximize profit.
okey, saya rasa sekian dulu analisanya dari saya, moga bisa benar2 terwujud dalam waktu yang gak lama lama banget.
Note: saya sendiri belum terwujud untuk beli JSMR di 4130, saya sempat kebeli di 4180 namun sudah jual pas harga sampai 4250, karena terpikir bisa turun lagi dalam short term ke target saya yaitu 4130 at least, kalo dibwah itu yah puji Tuhan :)
Comments
Post a Comment