Becoming Selective Contrarian


Saya sering mendengarkan banyak pengajaran tentang strategy untuk membeli dan menjual saham, baik secara technical ataupun fundamental. Dari cara yang termudah sampai cara yang sangat sulit untuk diterapkan, sangking banyaknya mungkin tak akan habis habis untuk diceritakan. Setiap strategy tentunya memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri. Ada baiknya jika kita ingin menjadi investor yang berhasil kita perlu menentukan strategy yang akan kita gunakan, karena terlalu banyak cara yang digunakan akan membuat binggung sendiri dan akhirnya sulit untuk mendapat saham yang baik. Dari pengalaman pribadi dalam dunia saham, saya lebih tertarik untuk menerapkan strategy yang paling sederhana namun sangat efektif untuk menemukan saham yang baik untuk dibeli atau saham yang buruk untuk dijual. Strategy yang dinamakan Buffett sebagai selective kontrarian, wah kedengarannya sulit sekali y. Tapi jangan kuatir, nyatanya selective kontrarian adalah strategy yang paling sederhana untuk menilai suatu perusahaan dan hasil yang didapat bisa sangat memuaskan (strategy yang dipakai oleh banyak value investor termasuk Buffett sendiri) yaitu memilih saham yang baik secara fundamental di harga yang cukup fair dan belum diketahui oleh banyak orang. Ya, intinya memang belum diketahui banyak orang, karena kalau perusahaan baik sudah diketahui banyak orang, yah berarti harganya sudah tidak akan murah lagi, sebaliknya kalau perusahaan buruk sudah diketahui banyak orang harganya tidak akan attractive lagi. Bukan hanya menjadi seorang kontrarian saja namun investor juga harus selective dalam pemilihan saham untuk mendapatkan yang terbaik. Cara sederhana Inilah yang perlu diterapkan untuk menjadi seorang selective kontrarian, yaitu dengan memilih industry serta perusahaan yang baik, memilih management yang baik, dan terakhir memilih harga yang baik juga.

Ada begitu banyak industry yang terdapat di bursa saham Indonesia, terdapat Sembilan industry dan didalamnya terdapat 49 sub-industry yang berbeda beda. Berikut daftar industry yang saya catat dari statistik BEI December 2017
1
Agriculture
1.1
Corps
1.2
Plantation
1.4
Fishery
1.5
Forestry
2
Mining
2.1
Coal Mining
2.2
Crude Petroleum & Natural Gas Production
2.3
Metal and Mineral Mining
2.4
Land and stone Quarrying
3
Basic Industry and Chemicals
3.1
Cement
3.2
Ceramics, Glass and Porcelain
3.3
Metal and Allied Products
3.4
Chemicals
3.5
Plastics and Packaging
3.6
Animal Feed
3.7
wood Industries
3.8
Pulp and Paper
3.9
Others
4
Miscellaneous Industry
4.1
Machinary and Heavy Equipment
4.2
Automotive and Components
4.3
Textile, Garment
4.4
Footwear
4.5
Cable
4.6
Electronics
5
Consumer Goods Industry
5.1
Food and Baverages
5.2
Tabacco Manufactures
5.3
Pharmaceuticals
5.4
Cosmetics and Household
5.5
Houseware
5.6
Others
6
Property, Real Estate and Building Construction
6.1
Property and real estate
6.2
Building Construction
7
Infrastructure, Utilities and Transportation
7.1
Energy
7.2
Tollroad, Airport, Harbor and Allied Products
7.3
Telecomunication
7.4
Transportation
7.5
Non Building Construction
8
Finance
8.1
Bank
8.2
Financial Institution
8.3
Securities Company
8.4
Insurance
8.5
Others
9
Trade, Service and Investment
9.1
Wholesale (Durable and non Durable Goods)
9.2
Retail Trade
9.3
Tourism, Restaurant and Hotel
9.4
Advertising, Printing and Media
9.5
Healthcare
9.6
Computer and Services
9.7
Investment Company
9.8
Others

Jika liat daftarnya segini banyak, no wonder banyak orang malas untuk melihat lagi industry apa yang akan dipilih, Ini baru memilih industry belum lagi memilih perusahaannya. Per September 2017 terdapat 555 perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Nah, Kebanyakan orang akan langsung cari jalan pintas dengan melihat berita, industry apa yang sedang keren atau naik daun lalu tinggal liat perusahaan apa juga yang sedang ngetrend. Yah, sah sah saja sih, namun apa yakin industry dan perusahaan yang mau dimasuki itu adalah tempat yang benar dan menghasilkan banyak uang untuk pemegang sahamnya? Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kalau masuk disaat sudah banyak orang yang tau, yah artinya sudah terlambat untuk mendapatkan profit secara maksimal, bahkan bisa merugi ujungnya kalo tidak berhati hati. Memang banyak yang masih bisa profit namun saya berani jamin mereka yang profit dari mengikuti kebanyakan orang, tidak akan bisa memaksimalkan profit tersebut. Karena kalo analis atau kebanyakan orang keluar, mereka juga akan binggung dan akan langsung take profit atau bisa jadi cut loss karena mereka juga tidak tau apa yang sedang mereka lakukan.

Sedikit cerita akan pengalaman pribadi yang pastinya seirng dialami juga oleh value investor professional lainnya, saya sering sekali menemukan berita yang terlambat. Dalam artian sahamnya sudah terbang ke langit baru dibahas, dulu waktu sahamnya lagi murah murahnya dan gak terkenal tidak ada satupun yang berniat untuk membahasnya. Atau sebaliknya pada saat sahamnya anjlok atau tiba tiba turun lalu kemudian timbul rumor yang macem macem waktu masih di atas dan baik baik saja tidak ada satupun rumor yang beredar. Salah satu contoh dari pengalaman pribadi, sebenarnya saya sudah menemukan saham INKP dari tahun 2016 September lalu di harga 900-1000/ lembar, dimana waktu saya coba bertanya pada orang banyak dan para analis saham mereka tidak mempedulikan saham tersebut dan malah bilang saham jelek lah, utangnya banyak lah, dan harganya tidak ada perubahan harga selama bertahun tahun karena dirasa fundamentalnya yang buruk. Saya pun akhirnya karena termakan omongan orang tidak jadi membeli saham ini. Ternyata siapa yang sangka bahwa tahun 2018 ini, INKP menjadi bintang idola banyak sekali orang dan para analis disaat harganya sudah tembus 20000/ lembar. Malahan sekarang analis-analis yang saya tanyai yang waktu itu mencemooh INKP sekarang berbalik mengatakan “oh ia bro, sekarang INKP itu bagus, karena industry basic needs lagi maju dan INKP perusahaan terbesar dibidangnya jadi layak untuk dibeli”. Nah terbukti kan, kalau kita hanya ikutin kata orang akan sangat terlambat untuk memaksimalkan profit, mungkin masih bisa profit namun gak akan maksimal atau kalau beli di harga yang terlambat bisa jadi waktu sahamnya turun kita akan panic, cut loss dan rugi. Dari pengalaman yang saya dapatkan, saya berusaha untuk tidak lagi mendengarkan “kata orang banyak” tentang saham, namun saya memilih untuk mengenali dan mencari tahu sendiri akan apa yang akan saya beli dan jual yang disebut sebagai selective kontrarian. Berikut ini adalah langkah langkah mudah yang saya catat untuk menjadi seorang selective kontrarian.

Memilih Industry dan perusahaan yang baik:
      1.     Know your industry and your company “know what you buy and buy what you know- Lo Kheng Hong”.
Dalam memilih industry dan perusahaan yang baik pertama tama kita harus familiar dangan industrynya atau perusahaannya. Seorang dokter akan lebih baik membeli saham pharmacy dari pada saham batu bara, karena dia mengenal prospek dalamnya dia akan lebih tahu akan obat obatan dari pada batu bara. Memang tidak ada salahnya jika investor mau mencoba industry baru, namun pastikan dia tahu dengan jelas garis besarnya sebelum dia membeli sahamnya. Jika dia sama sekali tidak mengetahuinya apa yang dia beli lebih baik lupakan dan cari saham lainnya yang dia kenali.

      2.       A company should have a moat
Moat adalah pertahanan sekeliling benteng yang sangat kuat. Moat ini adalah istilah Buffett dalam memilih perusahaan, dia akan memilih perusahaan yang tentunya memiliki daya tahan yang baik untuk bisa melawan berbagai bagai crisis. Contohnya kalau di Indonesia ada saham ICBP atau UNVR yang memiliki moat yang tinggi. Dalam keadaan apapun tetap saja orang makan Indomie dan sabun Unilever, malahan dalam keadaan krisis sekalipun orang akan lebih sering lagi dirumah dan memakai produk produk mereka. Inilah perusahaan yang memiliki daya tahan yang tinggi yang baik untuk dihold jangka panjang.

      3.       Memiliki profitabilitas yang tinggi
Biasanya setelah langkah ke 2 dilewati, langkah ke 3 ini pasti akan dicapai juga. Biasanya profitabilitas dari perusahaan yang memiliki moat akan sangat baik yang bisa diukur dari ROA dan ROE yang tinggi. Tingginya ROA biasanya lebih dari 12% dan ROE lebih dari 20% baru dikatakan sebagai perusahaan yang baik.

      4.       Perusahaan memiliki pertumbuhan laba yang baik
Perusahaan yang bertumbuh tentunya akan menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi pemegang sahamnya. Pertumbuhan laba juga akan membuat equitas perusahaan makin baik dari tahun ke tahun, yang membuat harga saham akan melonjak mengikuti harga bukunya. Perusahaan yang baik biasanya mempunya pertumbuhan diatas 5%. Bayangkan punya deposito yang menghasilkan bunga, dan bunga pertahunnya tumbuh sebanyak 5%, betapa banyaknya keuntungan dari deposito tersebut. Tentunya perusahaan yang bertumbuh seperti ini akan seperti mesin pencetak uang yang tambah lama tambah cepat kerjanya.

      5.       Perusahaan memiliki tingkat hutang yang rendah
Perusahaan yang baik tentunya tidak akan perlu berhutang banyak apalagi mencari dana lewat right issue yang tentunya akan mengerus saham para investor. Perusahaan yang baik akan selalu menghasilkan kas sehingga mereka tidak perlu berhutang, malahan kalau bisa mereka akan meminjamkan uang kepada perusahaan lainnya. Tingkat hutang yang baik bisa diukur lewat debt equity ratio (DER), Current ratio, atau juga cash ratio. Dan lebih effective lagi jika kita menghitung dari laporan arus kas selama 10 tahun, tentunya akan lebih detail lagi berapa yang dibiayai lewat operasinya dan lewat hutang. Jika perusahaan dibiayai lewat hutang maka ini bukan perusahaan yang baik. Namun perusahaan yang dibiayai lewat kas dari operasinya, dan memiliki kas dari pendanaan sangat minim, maka bisa disebut perusahaan ini memiliki tingkat hutang yang kecil dan tentunya perusahaan yang menguntungkan bagi para pemegang sahamnya.

Memilih mamagement yang baik

      6.       Management harus berintegritas dan nama yang bersih
Management yang baik sangat diperlukan untuk mengelola perusahaan yang baik juga, jika management terlibat dalam kasus skandal dan penipuan, maka hal ini akan membuat perusahaan terkena dampaknya sebaik apapun perusahaannya. Maka pilihlah management perusahaan yang bersih dari kasus korupsi, skandal, penipuan dan jika bisa pilihlah yang kehidupan sehari harinya berintegritas tinggi. Contohnya misalnya management mengatakan akan menyelesaikan proyek A di bulan sekian, dan ia menepati janjinya, ini adalah contoh kecil dimana management bisa dipercaya dan berintegritas tinggi.

      7.       Management yang mementingkan shareholder lebih dari pada dirinya
Pilihlah management yang mementingkan shareholdernya lebih dari pada reputasi atau honor mereka sendiri. Sebagai contoh management seperti ini tidak akan terlalu agressif berhutang hanya untuk memenuhi target perusahaan atau management ini tidak akan terus menerus mengadakan right issue untuk memenuhi target tertentu. Management seperti ini tentunya akan terus berpihak pada shareholder misalnya dengan pembagian dividend dari laba yang didapatnya atau juga pembelian kembali saham untuk meningkatkan kepemilikan shareholder yang ada.

Memilih harga yang baik

      8.       PER dan PBV yang rendah
Lihatlah sejarah price earning ratio (PER) dan price book value ratio (PBV) perusahaan, jika sekarang harga dari perusahaan tersebut menunjukan PER dan PBV yang sangat rendah, ini mengindikasikan harga historical yang cukup murah. Namun patokan PER yang murah adalah di bawah 12x sedangkan PBV yang murah adalah dibawah 1x. Rumusan yang dipakai Buffett adalah PER * PBV tidak lebih dari 22.5x. Jika PER X PBV lebih dari 22.5x maka perusahaan bisa disebut mahal.

      9.       PEG yang rendah
Price earning growth ratio(PEG) adalah ratio untuk mengukur harga saham yang murah namun tetap bertumbuh. Jika saham yang murah sudah tidak bertumbuh maka percumalah saham itu tidak akan ke mana mana, sebaliknya jika saham itu bertumbuh maka perusahaan murah tersebut bisa terus naik seiring dengan pertumbuhan pendapatannya. PEG yang baik adalah di bawah 1 dengan rumusan PEG=(PER/ (EPS growth*100)).

      10.   MOS harus berada di atas 35%
Margin of safety (MOS) adalah perbedaan persentase dari harga pasar dengan intrinsic value perusahaan (biasa disebut juga sebagai fair value). Intrinsic value adalah nilai dari kas yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang sahamnya selama perusahaan itu masih berdiri. Biasanya periode yang dipakai adalah 10 tahun. Nah dengan MOS diatas 35% dari harga perusahaan tentunya perusahaan berada dalam ruang lingkup murah yang semakin luas. Maka MOS yang semakin tinggi akan semakin baik juga.

Tentunya setelah menerapkan 10 cara simple di atas, memilih saham akan semakin mudah dan sederhana. Bahkan kita tidak perlu lagi mendengarkan analis sebagai patokan investasi kita, (mungkin bisa sebagai referensi tapi bukan malah menentukan langkah investasi kita) karena kita sendiri lah yang harus menjadi analis bagi diri kita sendiri. Apapun latar belakang pendidikan anda, investasi di saham akan sangat mudah dan terarah kalau kita mengikuti cara cara sebagai selective kontrarian. Karena investing bukan persoalan pendidikan dan ilmu pasti yang hanya bisa dikerjakan oleh beberapa orang professional, namun investasi adalah seni dalam berbisnis, seperti seorang investor ternama mengatakan “Investing in stocks is an art, not a science, and people who’ve been trained to rigidly quantify everything have a big disadvantage.” – Peter Lynch.

Popular posts from this blog

Analisa Saham Durable (MBAP)

Saham Murah Yang Belum Terlihat