Belajar dari pengalaman (MYOH)
Sudah terlalu lama gak menulis lagi, hari ini saya mau sharing tentang salah satu pengalaman saya dalam belajar value investing, yaitu membeli saham murah diharga tertingginya; MYOH. Sebenernya ada banyak pengalaman pengalaman yang ingin saya bagikan. Tapi disini saya hanya akan share pengalaman yang berguna untuk value investing belakangan ini aja lah. Next time kalo ada waktu baru ditulis lagi pengalaman pengalaman lainnya.
Bulan Maret kemarin saya membeli MYOH dengan harga di 920, dengan 20% dari nilai porto, dikarenakan memang MYOH ini even di 1000 pun harganya masi murah Karena PBV dan PER yang tergolong kecil di sektornya. MYOH ini juga menghasilkan ROE rata2 pertahunnya sekitar 20%, dan prospek prospek lainnya tentu sudah saya masukkan ke dalam perhitungan. Akhirnya sekitar pertengahan april sampai sekarang ketika artikel ini ditulis harga MYOH turun drastis. MYOH sudah naik dari 680an waktu Januari lalu sampai tertinggi di 940 waktu Maret lalu dan turun lagi sampai sekarang di 680. Karena liat harga yang tinggi dan murah ini waktu bulan maret lalu, mempengaruhi mental saya (biasa lah sifat dasar manusia yang maruk itu yang susah sekali dihindari, makin tinggi makin dikejar). Memang sejatinya kalo kita tau apa yang kita beli turun sampai segitu juga gak akan takut, karena kita sudah tau kucing apa yang kita beli bukan beli kucing dalam karung. Namun harga yang turun terus sampai sempat di 650 bulan Mei buat hati gusar juga. Dan datanglah pengumuman bagi dividen yang besar sekali sejumlah $0.0077, kalo dihitung itu mencapai 11% dari harganya, yang artinya melebihi deposito manapun loh, dan dapat hanya dalam hitungan hari (dihari pengumuman harga MYOH mencapai 780). Karena dilihat dividen yang gede banget dan nothing to lose juga untuk saya karena saya pegang di 920, so saya tambah lagi dana ke sini beli di 765 akhirnya saham MYOH saya ini berujung pada average 844 (still very high but better than not).
Pengalaman yang bisa di pelajari disini yang pertama; jangan kejar pesawat yang sedang terbang meskipun harga tiketnya semurah apapun. Kalo keburu napsu dan kejar yang sedang terbang, nanti sekali harganya turun (cooling down process) itu akan sangat menyakitkan. Dan kalo sudah terlanjur masuk average down pun effeknya gak terlalu banyak, apalagi kalo dana alokasinya dimasukkan semua kaya saya. Pilihlah saham yang lagi stabil, harganya belum kemana mana dari sejak 3bulan lalu, atau sedang mengalami penurunan hebat (tapi jangan yang ada issue dan prospek negatif). Pelajaran kedua yang dipetik disini adalah; masuk ke emiten manapun perlu rencana pengalokasian dana, disarankan dana yang masuk di bagi 20%-30% dari dana yang direncanakan untuk dialokasikan. Dengan begini kita akan dapat lebih banyak amunisi untuk average down sehingga hasil average down juga akan menjadi lebih signifikan. Pelajaran ketiga; plan jauh ke depan bukan sekarang, so bersabarlah, do your things don't stare at the monitor. Ketika kita sudah melakukan kedua langkah diatas bisa aja sahamnya juga masi turun terus dan masi rugi. Tapi itu bukan berarti anda harus cut loss, bersabarlah karena kesabaranmu akan membuahkan hasil yang baik (kecuali emang ada event event yang gak bisa terbantahkan lagi memang harus di cut loss, seperti misalnya management yang ketahuan korup dll).
Itulah pelajaran mahal yang saya petik dari pengalaman MYOH ini, tapi untungnya MYOH ini gak ada event yang mengkhawatirkan, jadi saya yakin banget dalam sebentar saja MYOH ini akan rebound lagi kok dan akhirnya value investor still will win dan kesabaran kita akan membuahkan hasil yang sepadan.
Bulan Maret kemarin saya membeli MYOH dengan harga di 920, dengan 20% dari nilai porto, dikarenakan memang MYOH ini even di 1000 pun harganya masi murah Karena PBV dan PER yang tergolong kecil di sektornya. MYOH ini juga menghasilkan ROE rata2 pertahunnya sekitar 20%, dan prospek prospek lainnya tentu sudah saya masukkan ke dalam perhitungan. Akhirnya sekitar pertengahan april sampai sekarang ketika artikel ini ditulis harga MYOH turun drastis. MYOH sudah naik dari 680an waktu Januari lalu sampai tertinggi di 940 waktu Maret lalu dan turun lagi sampai sekarang di 680. Karena liat harga yang tinggi dan murah ini waktu bulan maret lalu, mempengaruhi mental saya (biasa lah sifat dasar manusia yang maruk itu yang susah sekali dihindari, makin tinggi makin dikejar). Memang sejatinya kalo kita tau apa yang kita beli turun sampai segitu juga gak akan takut, karena kita sudah tau kucing apa yang kita beli bukan beli kucing dalam karung. Namun harga yang turun terus sampai sempat di 650 bulan Mei buat hati gusar juga. Dan datanglah pengumuman bagi dividen yang besar sekali sejumlah $0.0077, kalo dihitung itu mencapai 11% dari harganya, yang artinya melebihi deposito manapun loh, dan dapat hanya dalam hitungan hari (dihari pengumuman harga MYOH mencapai 780). Karena dilihat dividen yang gede banget dan nothing to lose juga untuk saya karena saya pegang di 920, so saya tambah lagi dana ke sini beli di 765 akhirnya saham MYOH saya ini berujung pada average 844 (still very high but better than not).
Pengalaman yang bisa di pelajari disini yang pertama; jangan kejar pesawat yang sedang terbang meskipun harga tiketnya semurah apapun. Kalo keburu napsu dan kejar yang sedang terbang, nanti sekali harganya turun (cooling down process) itu akan sangat menyakitkan. Dan kalo sudah terlanjur masuk average down pun effeknya gak terlalu banyak, apalagi kalo dana alokasinya dimasukkan semua kaya saya. Pilihlah saham yang lagi stabil, harganya belum kemana mana dari sejak 3bulan lalu, atau sedang mengalami penurunan hebat (tapi jangan yang ada issue dan prospek negatif). Pelajaran kedua yang dipetik disini adalah; masuk ke emiten manapun perlu rencana pengalokasian dana, disarankan dana yang masuk di bagi 20%-30% dari dana yang direncanakan untuk dialokasikan. Dengan begini kita akan dapat lebih banyak amunisi untuk average down sehingga hasil average down juga akan menjadi lebih signifikan. Pelajaran ketiga; plan jauh ke depan bukan sekarang, so bersabarlah, do your things don't stare at the monitor. Ketika kita sudah melakukan kedua langkah diatas bisa aja sahamnya juga masi turun terus dan masi rugi. Tapi itu bukan berarti anda harus cut loss, bersabarlah karena kesabaranmu akan membuahkan hasil yang baik (kecuali emang ada event event yang gak bisa terbantahkan lagi memang harus di cut loss, seperti misalnya management yang ketahuan korup dll).
Itulah pelajaran mahal yang saya petik dari pengalaman MYOH ini, tapi untungnya MYOH ini gak ada event yang mengkhawatirkan, jadi saya yakin banget dalam sebentar saja MYOH ini akan rebound lagi kok dan akhirnya value investor still will win dan kesabaran kita akan membuahkan hasil yang sepadan.
👍👍👍
ReplyDelete