Kalau Tau Begini Harusnya Masuk Tuh Dulu

Apakah anda familiar dengan kata kata seperti judul saya diatas? Tentunya sudah sering dengar seperti itu yah. Kalau saya sering sekali dengar teman bicara kayak gitu digrup grup WA dll. Terutama pada saat saham yang dulu dia cela atau takut masuk dulu, sekarang lagi naik gila gilaan atau istilah tradernya lagi di goreng. Tapi, sayangnya semua itu sia sia, nasi udah jadi bubur dan kata kata seperti itu hanya diucapkan karena adanya rasa penyesalan yang udah gak bisa balik lagi. Ditambah lagi ketika saham yang dulu jadi celaan sekarang jadi bintang, banyak sekali tiba2 perusahaan perusahaan sekuritas menawarkan analisis dan bilang kalo saham A, B and C layak dibeli karena bla bla bla ntah karena secara teknikal dia bullish/ breaking resisten atau banyak penjelasan yang sepertinya "fundamental" yang tiba tiba muncul aja ke permukaan (padahal harganya sudah naik jauh dari waktu pas di cela). Suddenly market jadi irrational dan banyak sekali yang masuk pada saham yang lagi bullish ini padahal harga yang ditawarkan sudah tinggi sekali ataupun sudah jauh gak semurah dulu waktu saham itu dicela. Cycle ini balik kembali kalo tiba2 saham inipun turun lagi pada suatu hari dan banyak orang yang jual dengan harga yang irrational sampai sahamnya jadi murah sekali, then semua orang balik lagi caci maki nih saham sampe one day saham ini naik lagi dan keluar lagi kata kata penyesalan yang mirip judul diatas. Dan cycle penyesalan ini lanjut aja begitu terus dalam diri seseorang yang belum sadar sadar akan makna dari value investing.

Waktu pertama kali mulai beli saham 5 tahun yang lalu, hal itu juga yang saya sendiri lakukan. Beli disaat orang lain beli, jual disaat orang lain jual (akhirnya samimawon; gak dapat apa apa ato hasilnya kecil banget mungkin malah merugi) terus menyesal ketika suatu saham naik banyak (aduh kenapa gue gak beli dulu). Kira kira begitulah hal hal pertama yang saya lakukan. Untungnya puji Tuhan saya gak terlalu lama berada didalam cara seperti itu, butuh waktu 3 tahun bagi saya untuk keluar dari cara lama yang seperti itu dan kembali pada cara fundamental atau lebih tepatnya value investing. Cara yang sudah banyak di praktekkan sama investor investor kawakan dan berhasil; termasuk yang paling top Warren Buffet kalo diluar negri, Lo Kheng Hong kalo di dalam negri, dan banyak sekali investor investor yang menggunakan cara ini berhasil tapi memang namanya gak dikenal publik. Kalo ada cara yang sudah berhasil diterapkan sama orang terkaya di dunia kenapa mesti ragu nerapinnya? Saya tau banyak juga trader harian ato swing trader yang berhasil dengan cara mereka masing masing (terkadang caranya terlalu canggih sampai saya gak ngerti), tapi kalo buat saya cara dan cerita ini lah yang paling masuk akal dan yang paling berhasil saya sendiri terapkan. 

Nah apa sih sebenarnya value investing? Value investing singkatnya adalah metode dimana kita membeli perusahaan dengan harga murah dan menjual perusahaan dengan harga yang mahal. Caranya untuk beli dengan harga yang murah adahal dengan melihat value dari company secara mendasar/ fundamental dari sebuah company, bukan dari harganya. Setelah panjang lebar kita tentukan valuenya diberapa, nah baru kita liat harganya yang dimarket itu berapa. Kalo harga lebih murah dari value maka ini lah perusahaan yang layak dikoleksi. Selanjutnya kalo sudah koleksi perusahaan ini, tinggal tunggu sampai perusahaannya diharga yang jauh lebih mahal dari valuenya, nah baru deh dijual lagi. Simple dan saya yakin sudah banyak dari anda pembaca yang tau atau pernah denger tapi yang sudah tau jarang yang ikuti, malah rata rata lebih tertarik dengan liatin harga harian naik turun yang sebenernya gak ada artinya.

Bukannya mau menggurui nih. tapi apa yang saya pahami pengen saya bagi bagikan ke banyak orang agar hidup saya ini bisa lebih berguna bagi banyak orang. Methode value investing menurut saya methode yang pasti bukan tebak tebakan. Kita mengetahui value company secara fundamental dan mendalam, jadi gak beli kucing dalam karung atau gak cuma asal ikut ikutan orang saja. Nah kalo kita tau dan ngerti perusahaan yang kita beli saya rasa mau harganya turun karena rumor atau naik karena rumor kita akan tenang saja, dan ketenanganlah yang membawa kita pada pikiran yang rational dan jernih. Sehingga setiap tindakan kita itu bukan pengaruh dari orang lain melainkan dari pikiran rational kita sendiri. kalo sudah eksekusi dengan pemikiran rational sendiri, its just a matter of time before you get what you dream of. Kalo naik sampai harganya kemahalan yah kita jual, kalo turun sampai harganya kemurahan yah kita beli, dengan begitu kita akan trus dapat perusahaan yang baik dengan harga yang murah dan jual perusahaan yang kita miliki dengan harga yang mahal. In the end kata kata penyesalan itu harusnya gak datang lagi, krena kita selalu dapat perusahaan disaat orang memaki dan menjual untung perusaahaan disaat orang lain menyesal.

Comments

Popular posts from this blog

Becoming Selective Contrarian

Analisa Saham Durable (MBAP)

Saham Murah Yang Belum Terlihat