Analisa LKQ417 ASRI


ASRI based on LKQ417


Anak usaha:





Asset:
- Dilihat dari kas 2017 berkurang 39.6% dari tahun lalu, hal ini disebabkan karena adanya investasi pada pembelian tanah dan pengembangan tanah sebesar 732M dan 631M.
- Terdapat kenaikan piutang usaha dari kegiatan operasi perusahaan sebesar 18% dari tahun lalu, kenaikan ini berupa penjualan real estate, jasa hospitality dan prasarana, pendapatan pariwisata dan lainnya. Jumlah penurunan nilai piutang adalah dari jasa hospitality dan prasarana dan pendapatan pariwisata sebesar 22M dari pihak ke3, jumlah ini sebesar 10% dari piutang yang ada sebesar 223M
- Piutang lainnya pihak berelasi adalah piutang pinjaman uang ke pada pihak berelasi yang dapat ditagih sewaktu waktu, tidak terdapat penurunan nilai dalam piutang ini karena piutang dianggap dapat ditagih jumlahnya juga hanya 1M
- Berikut merupakan persediaan yang siap untuk dijual dalam kurang dari 12 bulan sejumlah 960M, dan sisanya 4.5T adalah persediaan yang siap dijual dalam waktu lebih dari 12 bulan





- Tanah yang dikembangkan adalah tanah mentah yang belum terdapat apa apa, harus dikembangkan dulu untuk menjadi tanah yang layak untuk dijual. Jumlahnya sebesar 10.4T atau 51% dari total asset. Berikut lokasi untuk tanah yang dikembangkan;
Kec. Pinang, Tangerang, Kec. Pasar Kemis, Tangerang, Kec. Denpasar Selatan, Bali, Kec. Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Kec. Tanjung Pinang Timur, Riau, Kec. Badung, Bali, Kec. Tangerang, Tangerang, Kec. Cibitung, Bekasi

Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, tanah yang belum dikembangkan yang dimiliki Grup adalah masing-masing seluas 19.576.763 m2 dan 19.068.936 m2, dan dari jumlah luas tanah tersebut yang sudah atas nama Grup masing-masing seluas 6.420.429 m2 dan 5.684.957 m2, sedangkan sisanya masih dalam bentuk Surat Pelepasan Hak ataupun Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

- Property investasi sebesar 1.03T atau 5% dari total asset adalah Merupakan tanah dan bangunan untuk komersial yang disewakan bernama Flavor Bliss, Pasar Delapan, Mall@ Alam Sutera dan tanah kavling yang terletak di dalam komplek perumahan Alam Sutera dan tanah dan bangunan bernama gedung Wisma Argo Manunggal, Jakarta dan tanah di Kec. Badung, Bali, serta pusat perbelanjaan Kota Ayodhya di Tangerang.
Dari property investasi, pendapatan sewa yang diakui untuk tahun 2017 adalah sebesar 156M, yang berarti memberikan return 15% dari investasi.

Liability:

- liability jangka pendek tercatat sebanyak 15.16% dari total asset, terdapat penurunan 8.4% dari tahun lalu. Sedangkan jumlah liability yang cukup besar terdapat pada liability jangka panjang sebesar 43% dari total asset. Sehingga total liabilitas adalah 58% dari total asset, tingkat DER adalah 1.43.

- Utang usaha jangka pendek Merupakan utang Grup kepada kontraktor pembangunan, pembelian tanah dan pemasok kebutuhan pariwisata serta perlengkapan operasi. Total utang sebesar 201M (198M kepada pihak ke3 sisanya kepada pihak berelasi). Semuanya dalam mata uang rupiah

- Utang lain lain merupakan utang ASRI kepada PT. Multi Martha Indonesia sehubungan dengan pembelian Garuda Wisnu Kencana, tempat rekreasi di bali sebesar 59.9M, dan ada juga utang booking fee pelanggan sebesar 236M.

- Utang berelasi sebesar 41.9M adalah utang anak usaha ASRI kepada pihak berelasi atau grup (PT. Agro Manunggal Land). Hutang ini tanpa bunga dan dapat ditagihkan sewaktu waktu.

- Terdapat juga uang muka setoran modal senilai 100M, uang ini adalah setoran dari pihak non pengendali untuk membuat entitas anak, setelah entitas anak terealisasi maka uang ini akan dicatat sebagai kepentingan non pengendali pada entitas anak.

- Item terbesar pada current liability adalah uang muka penjualan sebesar 1.75T, ini adalah uang yang diberikan oleh pihak ke3 atas penjualan bangunan, kavling dan tanah. Merupakan hutang yang tidak berbunga, dan untuk melunasinya maka ASRI harus mengerjakan dan serah terima proyek kepada customer saja. Bagian uang muka jangka panjang dari customer adalah sebesar 515M yang akan jatuh tempo lebih dari 12 bulan.

- Hutang bank senilai 1.223T, 434M merupakan utang bank lancar yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan dan utang bank jangka panjang senilai 788M. memiliki suku bunga kisaran 9.5% - 12% pertahun.

- Hutang Obligasi senilai 6.4T, pada tahun 2013 perusahaan menjual obligasi senilai 3T dengan bunga 6.95% berjangka 7 tahun, pada Januari 2014 mengeluarkan obligasi lagi senilai 3T dengan suku bunga 9% selama 5 tahun. Pada November 2016 perusahaan membeli kembali obligasi 2014 karena mungkin bunga yang tinggi. Dan pada Oktober 2016 perusahaan mengeluarkan obligasi senilai 3.4T dengan suku bunga 6.625% pertahun berjangka selama 5.5 tahun. Pada 31 Desember 2017, peringkat Perusahaan atas obligasi tersebut diatas memperoleh peringkat B2 dari Moody’s, peringkat B dari Standard & Poor’s dan peringkat B dari Fitch Rating Ltd. Hutang obligasi adalah dengan USD, jadi kenaikan kurs bisa berakibat buruk ke kinerja perusahaan karena hutang yang cukup besar sebesar 30% dari asset.

- Uang jaminan yang dapat dikembalikan senilai 1.21T merupakan uang jaminan dari PT. Chine Fortune Land Development dalam kerja samanya membangun area Pasar Kemis, Tangerang selama 5 tahun. Uang ini akan dikembalikan berangsur seiring dengan progress kerja sama.

Net Income Statement:

- Penjualan naik sebesar 44% dari tahun lalu, hal ini dikarenakan adanya kenaikan pada penjualan tanah sebesar 679M, kenaikan penjualan rumah dan ruko sebesar 281M, kenaikan penjualan apartment sebesar 519M. Berikut rincian penjualannya;



Dari data diatas terlihat bahwa recurring income masih tergolong kecil hanya sebesar 13.7% pada tahun 2016 dan 9.4% ditahun 2017. Pendapatan jasa hospitaliti dan prasarana berasal dari iuran pemeliharaan lingkungan seperti iuran listrik, air, kebersihan dan keamanan. Pendapatan sewa berasal dari sewa lahan Flavor Bliss, Pasar Delapan, Mall @ Alam Sutera dan gedung kantor – Wisma Argo Manunggal serta iuran dari fasilitas rekreasi dan olah raga dan lainnya.

Pendapatan yang melebihi 10% adalah penjualan tanah dan bangunan kepada China Fortune Land Development sebesar 1.371T atau sebesar 35% dari total penjualan tahun 2017.

- beban pokok penjualan juga naik sebesar 24% dari tahun lalu, namun kenaikannya masih lebih rendah dari kenaikan penjualan. Beban COGS sebesar 39% dari penjualan, sedangkan tahun lalu sebesar 46% dari penjualan yang berarti tahun 2017 perusahaan lebih efficient dalam mengelola pengeluarannya.

- Beban penjualan juga mengalami kenaikan 19% dari tahun lalu. Kenaikan yang signifikan terdapat pada biaya promosi dan iklan, sedangkan terdapat penurunan dari biaya komisi. Hal ini membuktikan bahwa penjualan property tahun 2017 masi melemah dengan dinaikkannya promosipun penjualan masi rendah yang bisa terlihat dari biaya komisi penjualan yang turun dari tahun lalu.

- Beban keuangan juga mengalami kenaikan yang cukup besar sebesar 30% dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan ada kenaikan bunga

- Gross Profit margin 2016 = 53.9%, 2017 = 60.6%, Operating Profit margin 2016 = 40.3%, 2017 = 50.7%, dan Net profit margin 2016= 18.7%, 2017 = 35.3%.

- Secara umum kinerja 2017 bisa terlihat masih lesu meskipun ada kenaikan laba, namun laba yang didapat adalah dari penjualan tanah dan bangunan ke CFLD bukan ke customer retail. Kalau kita tidak menyertakan penjualan senilai 1.371T kepada net income maka net profit margin 2017 kurang lebih akan sama dengan 2016.

Cash Flow Statement

- Cash dari penerimaan pelangan cukup seimbang dengan penjualan, 3.4T yang berarti sisanya sebagai piutang usaha. Begitu juga dengan pembayaran gaji karyawan dan pemasok, seimbang dengan beban pokok perusahaan sebesar 1.47T. Cash from operation lebih baik dari pada net income, tanda bahwa sebenarnya perusahaan memiliki daya pemasukan lebih dari pada net income yang dilaporkan.

- Owners earning sebesar 1.734T (cash from operating cash flow- pembelian asset tetap).

- Pembayaran utang bank dan bunga menurun dari tahun lalu. Namun tidak terdapat pinjaman bank lagi, kemungkinan management lagi menyimpan cash untuk kebutuhan membayar obligasi jatuh tempo tahun 2020 sebesar 3.1T.

Analisa data keuangan



Sebenarnya ASRI memberikan rata rata ROE yang cukup tinggi pada tahun tahun sebelum 2015, namun semua property juga sama sama terimbas lesunya sector mulai tahun 2015 sehingga memberikan return yang belum cukup memuaskan. Baru 2017 return ASRI sebesar 16.3% yang lebih baik dari tahun sebelumnya. ASRI juga mempunyai hutang yang cukup besar senilai 6.4T obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2020 (sekitar 3.1T) dan 2022 (sekitar 3.3T), tentunya ASRI harus mengumpulkan cash flow yang lebih besar dari sekarang ini untuk melunasi hutang obligasinya, bisa dari penjualan asset atau hutang bank atau penerbitan obligasi lagi.

perhitungan harga saham 10 tahun ke depan, dengan pertumbuhan konservatif 9% pertahun, 10 tahun lagi EPS menjadi 165, PER rata2 5th 9.9 harga = 1633 harga sekarang 390. Ini akan memberikan rata2 CAGR 15.39%/ year. Nilai fair valuenya kalau dihitung secara konserfatif dengan methode book value dan EPS method (discounted rate 6%, growth EPS 9%, growth book value 9%) sebesar  579-1055. Dengan harga di 390 memberikan margin of safety yang cukup tinggi 49%-171%. Secara value ASRI masih cukup murah memiliki margin of safety yang cukup tinggi. Jadi secara jangka panjang pembelian ASRI masih memberikan return yang lumayan bagi pemilik sahamnya.

Popular posts from this blog

Becoming Selective Contrarian

Analisa Saham Durable (MBAP)

Saham Murah Yang Belum Terlihat